The Invalueable Moment in 2012

Nggak kerasa yah udah mendekati akhir tahun 2012. Di tahun ini gue dapet banyak pengalaman. Dan dari pengalaman itulah gue banyak belajar. Belajar memprioritaskan apa yang harus diprioritaskan terlebih dulu. Belajar menghargai sebuah keputusan. Belajar tegar dan ikhlas menghadapi kenyataan yang bertolak belakang dari harapan. Belajar membuat orang-orang yang kita sayang bangga. Belajar menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Belajar menerima kekurangan orang lain. Belajar menilai orang lain bukan hanya dari apa yang kita lihat. Dan.... belajar untuk tidak mudah percaya orang lain! ;)

Should I throw this feeling away?

 Boleh nggak gue angkat tangan?? Gue nggak tau apa yang harus gue lakuin sekarang dan besok. Karena baru pertama kali ngalamin hal kayak gini.

         Dilema. Kenapa jadi serba salah gini? Orang itu udah sukses ambil hati gue lewat kebaikan-kebaikannya. Emang ya, yang namanya perasaan nggak akan pernah bisa untuk dibohongin. Mau ngejauh gimana pun tetep aja hati terasa berat. Terus gue harus gimana dong? Ini tuh seharusnya nggak terjadi. Gini kan jadinya, ribet. Ribet sama perasaan sendiri.

          Kita beda. Dan perbedaan itu kuat. Ibarat tembok besar yang sulit buat diruntuhin. Hanya bisa diruntuhin dengan perasaan mengalah. Dan kamu.... Sudah terikat dengan dia sejak lama. Dan itu menambah satu tembok lagi di hadapan kita.

          I have to stop it! Tapi berat...... Konsekuensi itu udah gue pikirin kalo gue tetep ngelanjutin perasaan gue. Takut. Gue takut kalau nanti gue nggak bisa bangkit dari keterlenaan perasaan kayak gini. Dan akhirnya buat gue berani merubuhkan tembok itu dan berlari ke arah dia.

          Ayo dong Nia lo harus tegas! Hal itu nggak boleh terjadi! Lo nggak boleh ninggalin apa yg selama ini jadi pegangan hidup lo hanya untuk berlari ke arah dia. Nggak boleh! Dalam hal ini gue harus egois. Dan gue yakin dia juga akan tetap mempertahankan apa yg selama ini menjadi pegangan di hidupnya. Dan kita, memang seharunya sama egois.