Skip to main content

Double Status.

Hai!
Udah hampir dua minggu sepertinya gue nggak ngepost di sini. Sebenarnya banyak banget hal yang pengen gue ceritain di sini. Tapi berhubung status gue sekarang mahasiswi dan pekerja paruh waktu, jadi belum sempet-sempet deh. Iya, semenjak ditawarin kerja part time sama pihak kampus, gue seolah-olah jadi mahasiswi yang keteteran. Bukannya nggak bersyukur, tapi kenyataannya gue emang keteteran. Apa yang seharusnya bisa gue lakuin kayak ngerjain assignment, belajar, jadi nggak ke manage lagi karena waktunya dipake buat part time.

Berangkat gelap pulang pun juga gelap. Sampe rumah langsung tepar karena beban yang gue bawa berat kuadrat. Belakang tas gemblok isi laptop, binder, dan jeroannya. Tangan kiri handbag isi rain-coat dan bekel. Tangan kanan botol minum. Dan semenjak itu gue dijuluki 'MISS RIBET'. Sampe-sampe gue berencana akan mengganti tas gue dengan koper. 

Awalnya sih gue excited banget waktu tahu gue kepilih jadi salah satu dari tiga orang yang dikasih mandat untuk kerja part time sama kampus. Jelas, dari 11 orang angkatan gue (yang kata dosen-dosen, marketing dan CEO kampus angkatan gue adalah angkatan terbaik) ternyata cuma tiga orang yang dikasih kepercayaan. Yah, sebenarnya gue dan dua temen gue yang kepilih juga ngerasa nggak enak sama temen-temen yang lain. Lebih-lebih gue, yang paling ngerasa nggak enak. Terang aja, gue nggak mau pihak kampus memilih gue cuma karena gue keponakan dari salah satu staf Marketing. Gue dan dua temen gue sempet nanya ke beberapa pihak alasan kenapa kita bisa dikasih kepercayaan,

Marketing: "Yang aktif. Tapi yang pilih kalian dosen-dosen."

CEO Kampus dan dosen: "Kami memilih kalian karena komunikasi kalian bagus. Bukan yang lain tidak bagus, tapi untuk sekarang ini kesempatannya masih terbatas, hanya tiga. Mungkin selanjutnya akan ditambah."

Begitu.
Gue dan dua temen gue nggak bisa membenarkan/menyalahkan pernyataan di atas. Yah karena mereka yang menilai.
Dan gue mencoba menjelaskan jawaban yang gue dapat ke teman-teman lain yang selalu bertanya, "Kok gue enggak? Kok gue nggak dipilih?"

Selesai.
:)

Comments

Popular posts from this blog

Mall-Mall yg Dapat Dijangkau Dengan Commuter Line

“Murah dan nggak macet.”
Ini adalah prinsip gue dalam memilih sarana transportasi umum di Jakarta. Ke mana pun dan sejauh apapun jaraknya, selama bisa dijangkau dengan Commuter Line, gue akan selalu siap walau dalam kondisi apapun termasuk jika keadaan memaksa gue untuk pergi seorang diri. Ke kantor, ke kampus, ke terminal, ke pasar, atau pun ke rumah temen, gue akan selalu mencari stasiun terdekat dari tempat yang ingin gue tuju.

Kenalan sama ISI 2012 Yuk!

Tak kenal maka tak sayang.
Sebelum gue lanjutkan cerita trip gue ke MY – THAI Day 2, alangkah baiknya kalian baca ini dulu.
Di MY – THAI Trip Day I pasti kalian bertanya-tanya, siapa sih ISI 2012 itu? Siapa sih para penyabun itu? Siapa sih tim cewek-cewek? Siapa sih Sir Gufron? Siapa sih yang ngendarain kereta monorailnya?
Nah di sini gue bakal ngenalin apa dan siapa ISI 2012.

MY – THAI Trip Day 2, Welcome to Hat Yai!

Hai!
Udah penasaran banget sama cerita MY – THAI Trip hari keduanya? Udah penasaran banget gimana tingkah gue naik sleeper train? Udah penasaran banget gimana kesemutannya gue duduk di bangku kereta selama 12 jam? Udah penasaran banget sama orang-orang macam apa yang gue temuin di sleeper train? Udah penasaran banget sama larangan di sleeper train? Udah penasaran banget sama..... /plak Ini ditampar karena kelamaan.