22 Mar 2013

Siap-siap Nangis Baca Ini.

Nggak tau kenapa gue suka mellow kalo ngeliat pengemis di jalanan. Di dalam kepala gue selalu ada pengandaian, "Kalau itu orang tua gue gimana ya?". Langsung deh, nangis.

Nggak cuma itu aja, kalo ada ceramah atau motivasi yang nyerempet-nyerempet orang tua, mata gue reflek berkaca-kaca. Dan jarang gue bisa nahan air mata keluar. Hufftt.

Semakin dewasa, malah semakin sadar kalau perjuangan dan pengorbanan orang tua ke anaknya itu bener-bener nggak akan bisa terbalaskan. Aduh nangis kan. Hikssssss.

Contohnya aja kayak kemaren, gue nggak tahu kalo ternyata selama ini ibu gue nabung buat beliin gue laptop. Ibu gue nggak tega liat anaknya diam dan nggak bisa ngerjain tugas, sedangkan teman-temannya sebagian besar sudah punya laptop.

Flashback.

"Netbooknya nggak bisa tuh." keluh gue. Niatnya imply ke bapak. Tapi ternyata yang ada di belakang gue ibu. 
"Iya nanti hari Minggu beli." sahut ibu.

Gue kaget. Gue pikir itu cuma buat ngehibur gue. Tapi ternyata enggak.

Setelah percakapan itu selesai, dan gue beranjak mau tidur. tiba-tiba ibu nyamperin sambil bawa segepok uang.

"Nih. Laptopnya harganya berapa?" tanyanya.
"Ha? Itu uang siapa?"
"Uang ibu, ibu ngumpulin buat kamu."

Okeh. Setelah itu gue terharu.

Kalo ditanya siapa orang yang paling setia di hidup lo?
Gue akan jawab Ibu gue. Kedua adalah Bapak gue.

Ibu gue adalah orang yang paling setia di hidup gue. Biarpun beliau cerewet selalu nyuruh gue bawa bekel ke kampus, tapi beliau juga yang orang paling setia saat gue ada masalah. Waktu gue frustasi karena jerawat yang nggak kunjung hilang di wajah gue. Beliau tanpa mengeluh selalu ambil daun sirih dan ngerebusnya buat wajah gue.

"Ibu sedih de liat wajah kamu."

Dan gue nangis lagi. Pokoknya di postan ini gue nagis mulu deh.

Disaat gue ngeluh, "Kok nggak ilang-ilang sih bu jerawatnya?"
dan ibu gue menjawab dengan penuh kasih, "Semua kan butuh proses."
Dan setelah gue denger kata-kata itu, gue jadi semangat lagi.

:))

No comments :

Post a Comment