Skip to main content

Hello Bogor!




Selamat datang di Stasiun Bogor!!!
Akhirnya hasrat gue buat ngunjungin salah satu stasiun kereta terbesar ini terpenuhi juga kemarin. Dan tau nggak? Gue naik kereta yang sama loh kayak waktu itu. Kereta bernomor seri 8610 yang cincin gantungan tangannya ada botol minyak gorengnya itu di gerbang wanita depan.


Oiya, ngomong-ngomong ini pertama kalinya gue naik kereta sampe Bogor. Stasiun terjauh yang pernah gue kunjungin setelah Depok itu baru Citayam, itu juga karena mau jenguk temen dan itu juga dulu waktu commuter line belum lahir. Selebihnya kayak Bojong Gede, Cilebut dan Bogor sendiri itu belum pernah sama sekali gue sentuh. Dan setelah kemarin gue coba perhatiin, ternyata eh ternyata, jarak antara stasiun satu dengan stasiun berikutnya itu jauh banget loh. Bener-bener kayak pulang kampung. Eh? Emang gue punya kampung? Haha enggak! Iya, nggak kayak jarak stasiun-stasiun di Jakarta. Misalnya kayak Stasiun UP sama Stasiun Lenteng Agung, itu jalan kaki juga nggak ada 20 menit. Stasiun Pasar Minggu Baru sama Stasiun Kalibata, kepeleset juga nyampe. Nah yang lebih-lebih itu Stasiun Sudirman sama Stasiun Karet, kayaknya ngedipin mata aja dari Stasiun Sudirman entar juga sampe di Stasiun Karet. Lebay ya? Iya saking deketnya itu stasiun.

Dan satu hal unik yang gue temuin kemarin di beberapa stasiun setelah Depok, pintu kereta dibuka dua-duanya waktu tiba di stasiun. Jadi penumpang bisa keluar dari pintu sebelah kiri atau sebelah kanan, tinggal pilih. 

Sampe di Stasiun Bogor, gue heboh sendiri. Emang sendirian juga sih ke sananya. Jadi nggak salah kan kalo gue hebohnya sendiri. Masa ngajak-ngajak Pak Masinis? Eh boleh juga tuh /plak. Sementara itu, cuaca Bogor lagi sejuk karena abis ujan. Masih gerimis sih tapi untungnya cuma sebentar. x))




                           

Ini stasiun Bogor lama yang lagi direnovasi


 Ini Stasiun Bogor yang baru.





Cheers,
Salam anti-mainstream!

Comments

Popular posts from this blog

Mall-Mall yg Dapat Dijangkau Dengan Commuter Line

“Murah dan nggak macet.”
Ini adalah prinsip gue dalam memilih sarana transportasi umum di Jakarta. Ke mana pun dan sejauh apapun jaraknya, selama bisa dijangkau dengan Commuter Line, gue akan selalu siap walau dalam kondisi apapun termasuk jika keadaan memaksa gue untuk pergi seorang diri. Ke kantor, ke kampus, ke terminal, ke pasar, atau pun ke rumah temen, gue akan selalu mencari stasiun terdekat dari tempat yang ingin gue tuju.

Kenalan sama ISI 2012 Yuk!

Tak kenal maka tak sayang.
Sebelum gue lanjutkan cerita trip gue ke MY – THAI Day 2, alangkah baiknya kalian baca ini dulu.
Di MY – THAI Trip Day I pasti kalian bertanya-tanya, siapa sih ISI 2012 itu? Siapa sih para penyabun itu? Siapa sih tim cewek-cewek? Siapa sih Sir Gufron? Siapa sih yang ngendarain kereta monorailnya?
Nah di sini gue bakal ngenalin apa dan siapa ISI 2012.

MY – THAI Trip Day 2, Welcome to Hat Yai!

Hai!
Udah penasaran banget sama cerita MY – THAI Trip hari keduanya? Udah penasaran banget gimana tingkah gue naik sleeper train? Udah penasaran banget gimana kesemutannya gue duduk di bangku kereta selama 12 jam? Udah penasaran banget sama orang-orang macam apa yang gue temuin di sleeper train? Udah penasaran banget sama larangan di sleeper train? Udah penasaran banget sama..... /plak Ini ditampar karena kelamaan.