3 Feb 2014

Senin Pagi di Awal Februari

Selamat Hari Senin pertama di Bulan Februari!!!
Pagi ini hilir-mudik kereta kacau balau karena imbas kereta mogok di Citayam. Mau masuk kereta aja mesti adu cepat sama penumpang lain yang sudah menumpuk di stasiun. Kadang juga harus nunggu sampe kereta ada space buat nampung gue di dalam. Kalo nggak, ya terpaksa harus nunggu kereta selanjutnya. Kalo masih nggak muat juga, ya mau gimana lagi, harus rela nunggu kereta selanjutnya. Apalagi buat kamu yang naik di stasiun yang letaknya di tengah-tengah, kayak gue di stasiun UP. Pagi ini gue harus sabar nunggu sampai kereta yang keenam untuk bisa masuk ke dalam dan itu cukup membuat gue mengeluskan dada lihat jumlah penumpang yang membludak. Padahal idealnya, jam sembilan pagi kereta mulai agak renggang dan sudah tidak terlalu penuh sesak. x____x

Penumpang menumpuk di peron 2 Stasiun UP

Berhasil masuk ke dalam kereta bukan berarti perjuangan kamu selesai, tapi di sinilah perjuangan kamu baru akan dimulai. Kamu akan merasakan proses di mana kamu menjadi adonan donat. Digencet sana, digencet sini. Jalan satu-satunya adalah pasrah mengikuti arus. Dan pasrah di sini nggak semudah seperti apa yang diucapkan. Kamu harus punya skill "nyelip-nyelip" supaya bisa buat diri kamu dan orang di sekitar kamu yang sedang berdesak-desakan merasakan 'sedikit' kenyamanan. Dan biasanya, ilmu ini didapat dari pengalaman langsung. Kalo bahasa gaulnya, Learning by doing. Gitu...

Well, lanjut ke cerita pagi ini. Setelah berhasil masuk ke dalam kereta, gue berdiri tepat di depan pintu. Nyaman, walaupun desak-desakan. Tapi semua itu berubah setelah kereta tiba di Stasiun Lenteng Agung. Ada satu ibu-ibu yang memaksakan diri masuk dan.................................. menginjak sepatu gue. Aaaaaaaaargh!!! Sepatu gue yang warnanya putih akhirnya belepotan sama tanah! Hell yaaaaaaaa. Gue bete seketika dan ibu-ibu itu masih kekeh buat masuk ke dalam. Tidak.... aku ternodai~ /plak

Pelajaran hari ini, hidup itu pilihan. Kadang kamu harus pilih antara naik angkot atau naik kereta. Dan tentu saja masing-masing opsi itu punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika kamu pilih untuk naik angkot, kamu bisa naik angkot dari mana saja dengan jumlah yang lumayan banyak dan tentunya tidak perlu berdesak-desakan. Tapi, kamu harus menebus waktu yang lebih lama hanya untuk berjibaku dengan kemacetan.

Sebaliknya, jika kamu pilih untuk naik kereta, kamu tidak perlu menebus waktumu hanya untuk bergelut dengan kemacetan. Jarak jauh sekalipun bisa ditempuh dengan waktu yang singkat. Apalagi sekarang tarif KRL sudah sangat membumi. Tapi resikonya, jika ada gangguan seperti ini. Kereta mogok dan keterlambatan yang mengakibatkan menumpuknya penumpang sehingga mengharuskan kamu untuk berdesak-desakan.





No comments :

Post a Comment