Skip to main content

Abu-abu Atau Hitam?

Selamat siang blogwalker!

Kali ini gue memutuskan untuk menulis dalam Bahasa Indonesia. Emang sih jadi terlihat kurang konsisten melihat postingan-postingan gue sebelumnya ditulis dalam Bahasa Inggris. Tapi untuk postingan kali ini, kayaknya lebih greget kalo ditulis dalam Bahasa Indonesia. Biar keliatan..... galaunya. Okeh, kata yang terakhir mohon dilupakan.

Well, ceritanya sekarang gue lagi terjebak di sebuah kondisi yang memaksa gue untuk memilih satu dari dua pilihan yang sebenarnya membuat gue nggak mau memilih salah satu diantaranya. Aduh ribet ya bahasanya. Gapapa, biar keliatan...... galaunya. Okeh, next.
Gue sudah melakukan survey pada 6 orang dengan cara menanyakan pada mereka satu pertanyaan yg sama.

"Jika kalian dihadapkan pada kondisi, di mana kalian harus memilih satu dari dua pilihan yang sebenarnya sulit untuk kalian pilih, mana yang akan kalian pilih diantara dua pilihan ini. Pilihan pertama berwarna abu-abu, di mana kalian tidak tau apakah pilihan ini bersifat pasti atau tidak dan kalian tidak tau apakah pilihan ini baik atau tidak untuk kalian. Pilihan kedua berwarna hitam, di mana kalian sudah tau pilihan ini tidak baik untuk kalian, tapi kalian tau persentase kepastian dari pilihan ini lebih besar daripada pilihan pertama."

Gue pilih pilihan ketiga, cari yang baru. - Wandi, 23thn.

Abu-abu. Karena pilihan itu masih belum jelas, tapi nasib masa depan dari pilihan itu tergantung dari kita yang jalanin. - Tiara, 23thn.

Gue pilih hitam. Kenapa? Emang sih kita udah tau buruknya pilihan itu, tapi nggak menutup kemungkinan keburukan itu bisa kita rubah di kemudian hari. - Dhatul, 23.

Gue akan pilih yang abu-abu. Kenapa? Kalau gue membawa warna putih, setidaknya konsentrasi warna putih gue masih bekerja di warna abu-abu dan masih punya kesempatan untuk merubah warna abu-abu itu. Kalau hitam? Mau sebanyak apapun konsentrasi warna yg kita bawa, nggak akan bisa merubah warna pada si hitam itu. - Yodi, 21thn.

Kalau kita udah tau kalau si hitam itu sudah pasti buruk buat kita, kenapa harus dipilih? Gue pilih abu-abu. Masalah pasti nggak pasti, baik dan nggak baiknya nanti, yang penting gue udah give a try. - Irene, 19thn.

Kalau emang cuma ada dua pilihan itu, gue pilih abu-abu. Kalo masih ada, mending gue cari yang lain. - Walter, 21thn.

Begitulah. So, dari jawaban 6 orang di atas, akhirnya gue bisa buat kesimpulan. :)

Comments

Popular posts from this blog

Mall-Mall yg Dapat Dijangkau Dengan Commuter Line

“Murah dan nggak macet.”
Ini adalah prinsip gue dalam memilih sarana transportasi umum di Jakarta. Ke mana pun dan sejauh apapun jaraknya, selama bisa dijangkau dengan Commuter Line, gue akan selalu siap walau dalam kondisi apapun termasuk jika keadaan memaksa gue untuk pergi seorang diri. Ke kantor, ke kampus, ke terminal, ke pasar, atau pun ke rumah temen, gue akan selalu mencari stasiun terdekat dari tempat yang ingin gue tuju.

Kenalan sama ISI 2012 Yuk!

Tak kenal maka tak sayang.
Sebelum gue lanjutkan cerita trip gue ke MY – THAI Day 2, alangkah baiknya kalian baca ini dulu.
Di MY – THAI Trip Day I pasti kalian bertanya-tanya, siapa sih ISI 2012 itu? Siapa sih para penyabun itu? Siapa sih tim cewek-cewek? Siapa sih Sir Gufron? Siapa sih yang ngendarain kereta monorailnya?
Nah di sini gue bakal ngenalin apa dan siapa ISI 2012.

MY – THAI Trip Day 2, Welcome to Hat Yai!

Hai!
Udah penasaran banget sama cerita MY – THAI Trip hari keduanya? Udah penasaran banget gimana tingkah gue naik sleeper train? Udah penasaran banget gimana kesemutannya gue duduk di bangku kereta selama 12 jam? Udah penasaran banget sama orang-orang macam apa yang gue temuin di sleeper train? Udah penasaran banget sama larangan di sleeper train? Udah penasaran banget sama..... /plak Ini ditampar karena kelamaan.