Skip to main content

Snapshot Gerbong Kedua



Kata siapa kereta listrik di Indonesia nggak ada yang bagus? Kata siapa kereta listrik di Indonesia nggak layak pakai semua? Buat yang ngomong gitu, kalian salah.

Nggak percaya? Seperti tagline, No pic = hoax, maka dari itu, gue bawain buktinya. Di sini.

Sedikit cerita, kemarin sore sehabis pulang duty di toko, seperti biasa gue pulang naik kereta. Dan untuk pertama kalinya, gue dapet commuter line 10 gerbong. Bukan, gue udah beberapa kali naik commuter line 10 gerbong. Part pertama kalinya di sini, gue naik commuter line yang sebelumnya belum pernah gue temuin di track yang selalu gue naikin. Ya, commuter line 10 gerbong di track Tanah Abang. Karena yang selalu gue temuin selama ini, commuter line 10 gerbong yang masih seumur jagung ini selalu dioperasikan di track Jakarta Kota.

Pernah satu malam gue dan sepupu gue sempat bertanya-tanya.

"Kenapa ya yang 10 gerbong selalu jurusan Jakarta Kota? Kenapa nggak jurusan Tanah Abang?"

"Kalo jurusan Tanah Abang, nanti cepet rusak sama Sudirman."

Mengingat statement sepupu gue yang kelewat jujur itu, gue berpikir lagi. Bener juga. Mungkin PT KAI khawatir kalau commuter line yang baru dibeli dari Negeri Sakura belum lama ini rusak lebih awal. Makanya, untuk pengoperasian awal dijalankan untuk jurusan Jakarta Kota saja, yang intensitas penumpangnya lebih sedikit daripada penumpang jurusan Tanah Abang. Kan nggak lucu kalo baru satu hari pengoperasian di track Tanah Abang, besoknya pintu otomatisnya, ngambek, nggak mau nutup sehabis terkena Sudirman Wave. Makanya, jurusan Tanah Abang selalu kebagian commuter line yang nasibnya sudah miris. Entah ACnya mati, tempat duduknya pada sobek, sampai adanya air yang netes dari atap gerbong karena AC yang bocor.

Well, balik ke cerita awal. Beruntungnya gue sore itu suasana sepi. Nggak banyak ibu-ibu yang pulang belanja dari Tanah Abang. Eits, iya ya. Weekend! Baru engeh. Pantes commuter line 10 gerbong dioperasikan di track Tanah Abang.





Sore itu, gue memutuskan untuk tidak naik di gerbong wanita, tapi gue naik di gerbong 2 yg pintunya lebih banyak daripada gerbong lainnya dan tempat duduk yang lebih sedikit daripada gerbong lainnya.  Suasana yang sejuk dan rintik-rintik hujan yang melukis jendela gerbong yang masih bening menambah nuansa lain yang jarang gue rasain selama jadi gembel peron. Gue serasa lagi naik kereta di luar negeri.
:))

Comments

Popular posts from this blog

Mall-Mall yg Dapat Dijangkau Dengan Commuter Line

“Murah dan nggak macet.”
Ini adalah prinsip gue dalam memilih sarana transportasi umum di Jakarta. Ke mana pun dan sejauh apapun jaraknya, selama bisa dijangkau dengan Commuter Line, gue akan selalu siap walau dalam kondisi apapun termasuk jika keadaan memaksa gue untuk pergi seorang diri. Ke kantor, ke kampus, ke terminal, ke pasar, atau pun ke rumah temen, gue akan selalu mencari stasiun terdekat dari tempat yang ingin gue tuju.

Kenalan sama ISI 2012 Yuk!

Tak kenal maka tak sayang.
Sebelum gue lanjutkan cerita trip gue ke MY – THAI Day 2, alangkah baiknya kalian baca ini dulu.
Di MY – THAI Trip Day I pasti kalian bertanya-tanya, siapa sih ISI 2012 itu? Siapa sih para penyabun itu? Siapa sih tim cewek-cewek? Siapa sih Sir Gufron? Siapa sih yang ngendarain kereta monorailnya?
Nah di sini gue bakal ngenalin apa dan siapa ISI 2012.

MY – THAI Trip Day 2, Welcome to Hat Yai!

Hai!
Udah penasaran banget sama cerita MY – THAI Trip hari keduanya? Udah penasaran banget gimana tingkah gue naik sleeper train? Udah penasaran banget gimana kesemutannya gue duduk di bangku kereta selama 12 jam? Udah penasaran banget sama orang-orang macam apa yang gue temuin di sleeper train? Udah penasaran banget sama larangan di sleeper train? Udah penasaran banget sama..... /plak Ini ditampar karena kelamaan.