Skip to main content

Shocking Sunday Night

Just heard many stories last night. And It made me doubt about what I'm doing now.

"Jangan pernah mau sama anak Fruit&Veggie, apalagi sama anak Fruit&Veggie GI." -Bu Ika.
Semalem gue hang out sama dua senior gue di toko, Kak Tiara dan Kak Dhatul. Kita cerita banyak hal. Mulai dari pengalaman hidup kita sendiri, sampe pengalaman hidup orang lain yang kita saksikan sendiri.

Di situ gue banyak dengar hal-hal yg nggak pernah gue bayangin sebelumnya tentang jeruk. And... I was a little shocked absolutely. Gue sempet berpikir untuk menyudahi ini semua. Bukan, bukan hidup gue. Tapi apa yang sedang gue jalanin sekarang, sama jeruk.

Experience is the best teacher. Tapi yang bener-bener buat gue impressed adalah kata-kata mamanya Kak Tiara waktu beliau tanya ke Kak Tiara tentang pacarnya.

"Kamu yakin sama dia? Kalo kamu yakin, kamu harus terima dia apa adanya sampai buruk-buruknya dia. Jangan mau bagusnya aja. Mama yakin kok kamu bisa ngerubah dia. Memang, kamu nggak bisa nyetir dia, tapi kamu bisa nunjukin dia arah yang benar."

Kemudian Kak Tiara berkaca-kaca. Gue terharu dengernya. Ini yang gue khawatirin dari awal, waktu Kak Tiara kasih 'warning' ke gue tentang Jeruk. Dan gue sempet berpikir lagi buat ngelanjutin 'usaha' gue buat deket sama Jeruk di bulan pertama dan kedua. Pada awalnya gue emang nggak berniat jadi sok malaikat mau ngerubah jeruk. Karena gue tau, seseorang mau berubah, itu karena niat dari dirinya sendiri. Dan itu memang benar.

Sampai akhirnya di akhir bulan keempat, gue kembali dekat dengan jeruk. Dan keraguan itu pun ada lagi. Intinya, gue bingung, mau dilanjutin tapi dengan segala konsekuesi yang harus siap gue terima, atau diakhiri sekarang juga.

Kalo dari awal niatnya cuma main-main sih, harusnya "hati" nggak usah dibawa ya. Dan kalo dari awal niatnya cuma karena kasian, harusnya sih nggak usah kasih feedback lebih.
Pada dasarnya, cewek itu emang kepedean ya. Terus gengsinya gede lagi. Hahahaha. Aku mah apa atuh ya. Hanya butiran debu. =D

Comments

Popular posts from this blog

Mall-Mall yg Dapat Dijangkau Dengan Commuter Line

“Murah dan nggak macet.”
Ini adalah prinsip gue dalam memilih sarana transportasi umum di Jakarta. Ke mana pun dan sejauh apapun jaraknya, selama bisa dijangkau dengan Commuter Line, gue akan selalu siap walau dalam kondisi apapun termasuk jika keadaan memaksa gue untuk pergi seorang diri. Ke kantor, ke kampus, ke terminal, ke pasar, atau pun ke rumah temen, gue akan selalu mencari stasiun terdekat dari tempat yang ingin gue tuju.

Kenalan sama ISI 2012 Yuk!

Tak kenal maka tak sayang.
Sebelum gue lanjutkan cerita trip gue ke MY – THAI Day 2, alangkah baiknya kalian baca ini dulu.
Di MY – THAI Trip Day I pasti kalian bertanya-tanya, siapa sih ISI 2012 itu? Siapa sih para penyabun itu? Siapa sih tim cewek-cewek? Siapa sih Sir Gufron? Siapa sih yang ngendarain kereta monorailnya?
Nah di sini gue bakal ngenalin apa dan siapa ISI 2012.

MY – THAI Trip Day 2, Welcome to Hat Yai!

Hai!
Udah penasaran banget sama cerita MY – THAI Trip hari keduanya? Udah penasaran banget gimana tingkah gue naik sleeper train? Udah penasaran banget gimana kesemutannya gue duduk di bangku kereta selama 12 jam? Udah penasaran banget sama orang-orang macam apa yang gue temuin di sleeper train? Udah penasaran banget sama larangan di sleeper train? Udah penasaran banget sama..... /plak Ini ditampar karena kelamaan.