30 Mar 2015

Kuncennya Stasiun Palmerah.



Selamat hari Senin! Gue harap Senin kalian nggak jadi Sad-nin ya.

Hari ini gue bakal bawa cerita yang sedikit berbeda. Sedikit fresh. Hari ini lagi nggak ngasih giliran si ular besi show off di postingan ini. Kali ini gue bakal bawa yang fresh! Dan berbulu. Berbulu? Iya, sesuatu yang berbulu lebat.

Kucing. Bukan sesuatu yang berbulu lebat lain. Tapi kucing. Kucing ya ini kucing. Bukan yang lain. Ingat ya ini kucing lho. Bukan yang lain. Ini kucing. /kemudian dilempar bangku peron stasiun/

Kok kucing?


Iya ini kucing. Tapi bukan sembarang kucing. Karena ini kucing rada songong gitu. Mau nyama-nyamain gue nongkrongnya di Stasiun Palmerah. Setiap gue mau balik, pasti gue nemuin dia lagi wembo-wembo estate di kursi di peron 2. Dan lebih songong lagi, ini kucing selalu selonjoran di kursi yang sama. Dan nggak ada yang berani ngebuat dia beranjak dari tempat duduknya. Kan songong?

Akhirnya gue geregetan. Iseng. Pengen jail dikit. Gue deketinlah, Sok-sok gitu basa-basi pake ngelus-ngelus. Eh dia keenakan. Untung dia cuma tidur, nggak macem-macem yang lain. Tadinya sih rencana abis dielus-elus terus gue keltikin, baru gue lempar. Eh kereta gue udah keburu dateng, nggak jadi deh. Akhirnya cuma sampe tahap ngelitikin doang.

Hehehehe. Jahat nggak sih gue?

Enggak deng. Itu rencana gue yang mau ngelempar cuma becanda kok. Gue pecinta binatang banget. Apalagi kucing. Saking sukanya, gue malah lebih milih anak kucing daripada anak kecil. Ini serius. Nggak becanda lho.

Ini lebih jahat ya?


サンキュー!

No comments :

Post a Comment