Mall-Mall yg Dapat Dijangkau Dengan Commuter Line

“Murah dan nggak macet.”


Ini adalah prinsip gue dalam memilih sarana transportasi umum di Jakarta. Ke mana pun dan sejauh apapun jaraknya, selama bisa dijangkau dengan Commuter Line, gue akan selalu siap walau dalam kondisi apapun termasuk jika keadaan memaksa gue untuk pergi seorang diri. Ke kantor, ke kampus, ke terminal, ke pasar, atau pun ke rumah temen, gue akan selalu mencari stasiun terdekat dari tempat yang ingin gue tuju.

Kenalan sama ISI 2012 Yuk!



Tak kenal maka tak sayang.

Sebelum gue lanjutkan cerita trip gue ke MY – THAI Day 2, alangkah baiknya kalian baca ini dulu.

Di MY – THAI Trip Day I pasti kalian bertanya-tanya, siapa sih ISI 2012 itu? Siapa sih para penyabun itu? Siapa sih tim cewek-cewek? Siapa sih Sir Gufron? Siapa sih yang ngendarain kereta monorailnya?

Nah di sini gue bakal ngenalin apa dan siapa ISI 2012.

MY - THAI Trip Day 1



“Ih enak banget sih? Envy ih.”

“Jalan-jalan mulu. Ajak-ajak dong!”

“Lo lagi di *tuuuuut*? Ngapain? Anjir enak banget!”

“Bagus banget tempatnya..... mau ke sana!!”

Lo capek nggak sih cuma bisa ngomen-ngomen kayak gitu di postingan twitter, facebook, instagram atau blog orang lain? Gue sih capek. Nah, karena gue nggak mau waktu, tenaga, pikiran, hati dan kuota internet gue abis cuma buat mgomen dan envy-envy an sama orang-orang yang bisa ngetrip ke sana ke sini, gue dan teman-teman ISI 2012 pun memutuskan untuk ngumpulin duit buat ngetrip.

Ada Minion Gentayangan di Commuter Line.


Foto dari temennya Juan.

Baru beberapa hari yang lalu baca portal berita di internet tentang peluncuran kereta tematik dengan dekorasi minion, ini kereta udah gentayangan aja. Kereta hasil kerjasama PT KCJ danVIAeight ini ternyata diluncurkan dalan rangka menyambut liburan sekolah dan pemutaran film seri terbaru dari mahkluk-mahkluk yang lebih mirip sama pisang ini. Kereta tematik ini beroperasi hanya pada jalur Stasiun Manggarai - Sudirman aja. Sayang banget.

Killing Statement.

Juan: "Lo mau punya suami yang kerja ke luar kota? Berarti lo ditinggal-tinggal dong kalo suami lo dinas? Emangnya mau?"

Yunita: "Siapa bilang gue ditinggal-tinggal? Gue ikutlah nongkrong di gerbong masinis. Hobi gue kan naik kereta. Kalo suami gue dinas ke luar kota, ya gue ikut. Liat kan betapa setianya gue jadi istri. Suami dinas, gue selalu ada di sisinya. Bahahaha."

Juan: "He? Kalo itu sih males banget. Kerja masih diintilin."

Terus gue masih bangga gitu abis ngeluarin killer statement. Bahahaha.

KRIK KRIK KRIK.

Galeri Mini Stasiun Depok Baru.


Orangnya kurang tinggi buat ambil foto.

Everyone is good in their own way.

Quote di atas gue ganti jadi, "Every station has a unique side.". Anti-mainstream kan?

Sesuai dengan quote di atas, percis di atas kalimat ini, gue akan bahas satu stasiun yang kalo di peta masih sejalur dengan Stasiun Bogor.

Stasiun Rasa Bandara.



Selamat kembali! Selamat kembali menginjakan kaki di Stasiun tercinta, Stasiun Palmerah!

Gilak! Stasiun Palmerah sekarang sadis banget nggak ada obat. Padahal belum ada sebulan gue nggak nginjekin kaki di sini, sekarang udah kece parah. Ada eskalator, lift, jembatan penyebrangan yang terintegrasi sama stasiun. Ibarat Android Ginger Bread diupgrade ke Lollipop. Waktu pertama kali keluar dari Commuter Line Tanah Abang, gue nggak berasa lagi di stasiun kereta man! Gue berasa lagi di Bandara.

BUNGKUS!




Karena foto makanan sebelum dimakan udah terlalu mainstream.

A morning story from Hat Yai.

"Makci! I want to take away!" Shindy memanggil kakak pelayan yang berdiri di depan etalase berisi barisan makanan beralaskan wadah lebar.

Pagi itu kami memutuskan untuk makan pagi si sebuah rumah makan bertanda halal di pinggir jalan Kota Hat Yai, Thailand Selatan.

Sambil menunjuk segelas teh manis hangat miliknya yang masih utuh, Shindy mengulang kalimatnya setelah kakak itu sampai di meja kami.

"Take away. I want to take this away."

Kening kakak pelayan mengerut. Ia nampak bingung.

"Take away. I want to take this away." sekali lagi Shindy mengulang kalimatnya.

Hening.