8 Jun 2015

BUNGKUS!




Karena foto makanan sebelum dimakan udah terlalu mainstream.

A morning story from Hat Yai.

"Makci! I want to take away!" Shindy memanggil kakak pelayan yang berdiri di depan etalase berisi barisan makanan beralaskan wadah lebar.

Pagi itu kami memutuskan untuk makan pagi si sebuah rumah makan bertanda halal di pinggir jalan Kota Hat Yai, Thailand Selatan.

Sambil menunjuk segelas teh manis hangat miliknya yang masih utuh, Shindy mengulang kalimatnya setelah kakak itu sampai di meja kami.

"Take away. I want to take this away."

Kening kakak pelayan mengerut. Ia nampak bingung.

"Take away. I want to take this away." sekali lagi Shindy mengulang kalimatnya.

Hening.

Kami bergeming. Saling memandang. Dan mencoba mengambil satu kesimpulan, mereka tidak bisa Bahasa Inggris.

"Take.... away...." Shindy masih berusaha mencari bahasa tubuh lain yg dapat menyampaikan pesan yg dia maksud kepada kakak pelayan.

"Nak bawa balik. Boleh?" tanya gue dengan harapan kakak itu mengerti Bahasa Melayu sedikit saja.

Hening.

Kami kembali saling memandang. Dan mencoba mengambil satu kesimpulan lagi, mereka tidak bisa Bahasa Melayu.

"Take away...."

"Nak bawa balik...."

Seketika kami berlomba-lomba menciptakan bahasa tubuh baru yang dapat mendeskripsikan arti dari, "Membawa pulang makanan".

Dari mulai gerak tangan yg membentuk lingkaran, sampai memperagakan posisi tangan yg sedang menjinjing.

Kakak itu menggaruk kepalanya yang tertutup hijab. Keningnya makin berkerut. Wajahnya yang cantik seperti meraba sesuatu. Kemudian dengan hati-hati dia berkata, "Bungkus?"

"Nahhhhhhhhh. Bungkus!" kami serempak bersorak.

---------------------END------------------

Dalam hati --> Kamper! Kita udah susah-susah meragain ini-itu dan ternyata dia tau artinya "BUNGKUS"!

Kesel sih. Tapi lucu juga. Gue sama yang lain cuma bisa ngakak kalo ceritain ini lagi. Intinya, pagi itu gue dapet pelajaran berharga.

"Jangan pernah meremehkan orang lain."

Gitu bung... Everyone is good in their own way. Translate sendiri ya...

Hat Yai ini kota yang unik lho. Awalnya gue pikir nemuin makanan halal di sini bakal susah. Bagaikan mencari wanita tulen di tengah kerumunan banci cantik Thailand. Nyaru!

Tapi ternyata gue salah besar. Tapi nggak sebesar dosa memfitnah orang juga. Rumah makan bertanda halal benar-benar mudah di jumpai di daerah ini, kayak jamur. Bahkan gue sempat terharu melihat masyarakat sekitar yg cukup kooperatif. Mereka yang juga menjajakan makanan (yg notabanenya non halal), dengan senang hati menunjukkan rumah makan khusus muslim kepada gue dan yang lain.

Fyi, jadi pagi itu kita emang sengaja jalan-jalan menyusuri jalan di Hat Yai, cari sarapan sih lebih tepatnya. Nah setelah jalan sebentar dari hotel, kita nemuin sebuah kedai kecil yang menjajakan sarapan. Kebetulan waktu itu yang jalan paling depan Shindy sama Nalini, gue sama Arfi ambil posisi di belakang. Setelah Shindy sama Nalini melongok makanannya, sang penjualnya yang berwujud ibu-ibu itu nggak ngomong apa-apa. Sibuk merapikan tatanan wadah-wadah makanannya. Tapi pas gue sama Arfi menampakkan diri, Taraaaaaa!!! Penjual itu berubah wujud menjadi Syahrini!! Sarapannya qaqa~~~~ Istimewa!!!!!

Kemudian perut kita mual, kepala kita keliyengan. Dan kita memutuskan nggak jadi sarapan. Di situ kita kafang merasa sedih karena nggak tau ibu itu Syahrini atau Cherry Belle.

Enggak deng, boong. Jadi lanjut gini, setelah gue dan Arfi yg mengenakan hijab menampakkan diri, dengan sigap penjual itu bilang sambil nunjuk-nunjuk ke seberang jalan, "Muslim Food.". Tangannya doi masih asik ngerapiin tatanan wadah makanan.

"Kapunkab!" ucap kita barengan. Lebih tepatnya, kita cuma bisa Bahasa Thai ini doang yang artinya terima kasih. Itu pun gue nggak tau nulisnya kayak gimana. Syedihhhh.

Ngeliat ke-kooperatif-an masyarakat sekitar, gue bener-bener tertegun boo, sampe nangis dan air mata gue berwujud beras plastik.

Nah. Begitulah cerita dari sebuah pagi di Hat Yai. Sebenarnya masih banyak cerita menarik gue dan pasukan Backpacker ISI 2012 sewaktu di Malaysia dan Thailand yang mau gue tulis di sini. Tapi jangan khawatir. Tunggu di next post ya!! Makasih sudah berkunjung!!

Salam, gembel peron!

2 comments :

  1. Halooo, Kak! Yuk, ikutan Lomba Blog "Terios 7 Wonders, Borneo Wild Adventure".

    Tiga blogger terbaik akan diajak menjelajah Kalimantan dan berkesempatan mendapatkan grand prize, Macbook Pro.
    Info selengkapnya: http://log.viva.co.id/terios7wonders2015

    Jangan sampai ketinggalan, ya!

    ReplyDelete