16 Jun 2015

Stasiun Rasa Bandara.



Selamat kembali! Selamat kembali menginjakan kaki di Stasiun tercinta, Stasiun Palmerah!

Gilak! Stasiun Palmerah sekarang sadis banget nggak ada obat. Padahal belum ada sebulan gue nggak nginjekin kaki di sini, sekarang udah kece parah. Ada eskalator, lift, jembatan penyebrangan yang terintegrasi sama stasiun. Ibarat Android Ginger Bread diupgrade ke Lollipop. Waktu pertama kali keluar dari Commuter Line Tanah Abang, gue nggak berasa lagi di stasiun kereta man! Gue berasa lagi di Bandara.

Komplit deh kemarin gue ngerasain Commuter Line rasa pesawat, sekarang stasiun rasa bandara. Gue sebagai gembel peron berasa naik pangkat dan ngehits banget sekarang.

Emang sih Stasiun Palmerah ini salah satu stasiun tersibuk di jalur Tanah Abang - Serpong. Bukan. Bukan gara-gara stasiun ini buka 24 jam, tapi karena jumlah penumpangnya yang nggak kalah cetar sama Stasiun Tanah Abang dan Sudirman. Dan ketangguhan para wanita-wanitanya, jangan pernah lupain ini ya. Mungkin atas dasar itu Stasiun yang deket sama Pasar Palmerah ini diupgrade sampe sejauh ini. Bahkan gue bisa jamin Stasiun Palmerah bakal lebih gede daripada Stasiun Sudirman.

Well, gue masih nunggu buat ugrade selanjutnya dari Stasiun Palmerah. Ini gue kasih foto satu atmosfer Stasiun Palmerah yang bikin kalian nggak percaya kalo ini sebuah stasiun kereta.

No comments :

Post a Comment