Skip to main content

Menanti Jam Tujuh.

Pagi ini gue berangkat bareng bapak dan seperti biasa, gue sampai dua jam lebih cepat daripada jam masuk kerja di kantor. Berhubung kantor jam enam belum buka, lebih tepatnya gue nggak mau ganggu Pak Tarib beberes kantor sih. Jadi, gue memutuskan untuk duduk di halte depan gang kantor sampai waktu menunjukkan jam tujuh.

Bosan? Pasti. Tapi selain main hape, kadang gue juga suka melamun atau memperhatikan orang-orang sekitar untuk membunuh rasa bosan gue. Mungkin beberapa dari kalian berpikir duduk sambil melamun dan memperhatikan sekitar itu buang-buang waktu. Tapi menurut gue enggak. Justru gue selalu bisa menemukan diri gue kembali di saat gue sendiri. Gue selalu bisa menemukan semangat gue kembali yang selalu timbul tenggelam ketika gue menghabiskan waktu seorang diri. Contohnya ya dengan memperhatikan orang-orang di sekitar.

Usia gue sekarang sudah menginjak dua puluh satu tahun. Ya memang udah nggak sepantasnya bersikap labil lagi. Tapi pernah nggak sih kalian ngerasain yang namanya kehilangan semangat hidup? Atau lebih tepatnya merasa jenuh dengan semua yang kalian jalani sekarang? Lalu bagaimana cara kalian menghadapinya? Dan bagaimana cara kalian mengantisipasinya agar tidak terjadi lagi?
Memperhatikan keadaan sekitar dan melihat orang berlalu lalang malah buat gue jadi berpikir. Bukan. Bukan orang-orang berdasi dengan mobil mewah yang terlihat setiap pagi di depan halte. Bukan mereka yang membawa semangat gue kembali. Tapi beberapa pedagang dan orang-orang yang bertahan hidup dengan pilihan mereka di jalanan.

"Mereka nggak seberuntung gue. Tapi mereka masih semangat jalanin hidup mereka."

Gue bergeming. Mencoba mencerna kata-kata yang selalu terbesit di kepala gue setiap kali melihat mereka. Rasanya kayak ditampar sama kenyataan yang luput dari kesadaran. Namun dari situlah semangat gue perlahan kembali.

That's why I love my 'lonely time'. It's not because I'm anti-social, but by being alone I can find myself. That's it.

Comments

  1. Sengaja atau tidak, kadang lamunan seperti itu bisa jadi ide untuk menulis :-)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mall-Mall yg Dapat Dijangkau Dengan Commuter Line

“Murah dan nggak macet.”
Ini adalah prinsip gue dalam memilih sarana transportasi umum di Jakarta. Ke mana pun dan sejauh apapun jaraknya, selama bisa dijangkau dengan Commuter Line, gue akan selalu siap walau dalam kondisi apapun termasuk jika keadaan memaksa gue untuk pergi seorang diri. Ke kantor, ke kampus, ke terminal, ke pasar, atau pun ke rumah temen, gue akan selalu mencari stasiun terdekat dari tempat yang ingin gue tuju.

Kenalan sama ISI 2012 Yuk!

Tak kenal maka tak sayang.
Sebelum gue lanjutkan cerita trip gue ke MY – THAI Day 2, alangkah baiknya kalian baca ini dulu.
Di MY – THAI Trip Day I pasti kalian bertanya-tanya, siapa sih ISI 2012 itu? Siapa sih para penyabun itu? Siapa sih tim cewek-cewek? Siapa sih Sir Gufron? Siapa sih yang ngendarain kereta monorailnya?
Nah di sini gue bakal ngenalin apa dan siapa ISI 2012.

MY – THAI Trip Day 2, Welcome to Hat Yai!

Hai!
Udah penasaran banget sama cerita MY – THAI Trip hari keduanya? Udah penasaran banget gimana tingkah gue naik sleeper train? Udah penasaran banget gimana kesemutannya gue duduk di bangku kereta selama 12 jam? Udah penasaran banget sama orang-orang macam apa yang gue temuin di sleeper train? Udah penasaran banget sama larangan di sleeper train? Udah penasaran banget sama..... /plak Ini ditampar karena kelamaan.