6 Jul 2015

Senjata Tersakral.

Prajurit perang pasti butuh senjata untuk berperang. Begitu pun prajurit peron. Gue juga butuh senjata untuk memperebutkan sejengkal tempat berdiri di Commuter Line. Berperang untuk tetap bertahan di dalam Commuter Line dengan tekanan, gesekan dan dorongan dari segala arah. Dan ini adalah senjata terpenting gue.




1. Sneakers

Ini adalah senjata perang gue yang paling sakral. Kalo nggak ada ini, jurus seribu langkah menaiki tangga penyebrangan peron di Stasiun Tanah Abang nggak akan berhasil. Biasanya ada mantra khusus ketika pintu commuter line di jalur dua terbuka dan gue mulai mengeluarkan jurus andalan gue itu, “Serpong!!!!!!!!!”. Kemudian menerobos apapun yang ada di depan mata.


Misi... misi... misi...

Begitu pun ketika pintu Commuter Line Serpong terbuka di jalur 5/6, gue juga akan mengucapkan mantra, "Bogor!!!!!!" jika pada saat itu gue lihat Commuter Line Bogor sudah bertengger di jalur 3 Stasiun Tanah Abang.

Coba kalo gue pake flat shoes, hak tinggi atau wedges? Baru tiga langkah lari di tangga, sepatunya lepas, balik lagi buat mungut dulu terus lari lagi, ujungnya ketinggalan kereta.

Jadi kalau Yunita + Flast Shoes / hak tinggi / wedges = bunuh diri.


2. Ransel

Ini senjata pertahanan gue. Terima saja, di dalam Commuter Line yang penuh sesak itu kejam banget. Kalian akan didorong, disenggol dan digencet. Sampai-sampai saat itu juga kalian bisa merasakan kalau kalian bukan lagi manusia. Melainkan perkedel.



Nah, di sini benda yang kelihatannya sepele ini sangat-sangat dibutuhkan. Dengan pemakaian yang tepat, benda ini bisa alat pertahanan diri dari ketangguhan makhluk-makhluk di gerbong wanita yang konon katanya lebih tangguh daripada penumpang laki-laki di gerbong umum. Caranya, sandang tas ransel ke depan dan kalian akan rasakan manfaatnya. Pastikan ransel kalian cukup lebar untuk menutup tubuh bagian depan kalian, terutama dada ya.

Kedua barang itu adalah senjata tersakral gue untuk bertahan hidup di dunia percommuter line yang keras. Nah, jadi apa senjata tersakral kalian?

2 comments :

  1. Sneakers OK. Tapi klo ranselnya besar bukannya malah menghambat gerakan untuk mencari posisi strategis ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mas Wihikan! Saya tidak bilang jika ranselnya terlalu besar. Saya hanya menyarankan memilih ransel yang cukup lebar supaya dapat menutupi tubuh bagian depan (khususnya wanita), karena terkadang gerbong wanita lebih kejam daripada gerbong umum dikala dalam kondisi super duper penuh. Hehehe.

      Tapi kalau memang ranselnya besar atau terlalu besar untuk disandang ke depan, sebaiknya memang ditaru di tempat yang sudah disediakan. ^^

      Delete