16 Dec 2015

Selamat Datang

Stasiun Universitas Pancasila, unknown date.

Waktu menunjukkan pukul tujuh pagi. Penumpang dengan sigap menghampiri pintu-pintu rangkaian gerbong yang baru saja terbuka. Kaki-kaki lincah itu memenuhi setiap jengkal lantai gerbong yang kian sempit dalam sekejap.

Dua gadis berperawakan berbeda berdiri tepat di depan pintu sejak sebelum kereta sampai di Stasiun Universitas Pancasila. Keduanya terkesiap melihat gelombang manusia yang tiba-tiba memadati gerbong. Mereka berdecak hebat dan tak henti menyebutkan orang yang mereka cintai.

"Mamah... nggak kuat. Aw... aw... sakit maaaah mamah mamah mamah." eluh si langsing sambil memeluk erat tas tangannya.

"Aduh.. aduh.. udah dong mba. Udah nggak kuat lagi nih. Udah penuh. Huhuhu." Si gempal pun turut ambil bagian melantunkan nada penolakan.

Kata-kata tanda cinta itu terlontar setiap kali pintu rangkain terbuka dan tertutup. Namun, tidak pula mampu menyulap gerbong yang penuh sesak menjadi lapang.

"Kita mah nikmatin aja ya mbak desek-desekan gini." bisik salah satu penumpang kepada penumpang di sampingnya.

Penumpang di sebelahnya mengangguk kemudian kembali bertarung menahan bobot dirinya hanya untuk menjaga keseimbangan di tengah gerbong yang sesak dan padat penumpang.

Mereka berdua tak saling mengenal.


"Udah.... nggak mau naik kereta lagi maaaaah... Kapok..."

Tangis haru kemudian menghiasi gerbong wanita yang terletak di kepala rangkaian Commuter Line jurusan Tanah Abang - Jatinegara pagi itu.

3 comments :

  1. Wih, makin fresh nih tampilannya :)
    Kangen naik komuter line gw jadinya

    ReplyDelete