Skip to main content

Free Out dihapuskan, Mimpi Buruk?



"Mulai tanggal 16 Desember fasilitas free out akan ditiadakan."

Kicauan dari akun twitter resmi Commuter Line (@commuterline) sontak membuat penumpang kereta listrik di wilayah Jabodetabek ini kecewa. Menurut sejumlah penumpang, dihapuskan fasilitas ini justru akan merugikan penumpang.

Fasilitas free out adalah fasilitas di mana penumpang dapat tap in dan tap out di stasiun yang sama tanpa dikenakan biaya namun dengan syarat masih dalam 1 jam yang sama. Dengan adanya fasilitas ini, penumpang dapat terbantu di segala kondisi. Penumpang mendapatkan hak untuk memilih alternatif lain ketika kondisi kereta sedang terlambat ataupun ketika sedang terjadi gangguan, tanpa harus dirugikan dalam hal materi. Penumpang juga tidak perlu khawatir saldo pada kartu e-ticket mereka berkurang hanya karena membeli minuman atau cemilan di minimarket yang mayoritas berlokasi di luar stasiun. Selain itu, sejumlah stasiun yang masih belum mempunyai musholla juga tak menjadi masalah besar bagi penumpang untuk menjalankan ibadah di masjid / musholla yg berlokasi tidak jauh dari stasiun.

Menurut PT KCJ, dihapuskan fasilitas ini bertujuan untuk menyempurnakan sistem e-ticketing commuter line. Namun menurut beberapa pihak, diberlakukannya peraturan ini bertujuan untuk mengurangi tindakan kriminal yang dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mereka menyalahgunakan fasilitas ini untuk naik kereta tanpa dikenakan biaya.

Walaupun hanya dikenakan tarif terendah, kebijakan meniadakan fasilitas free out ini masih belum mendapatkan respons positif dari pengguna commuter line. Sebagai gembel peron yang sedang belajar melihat segala hal dari sisi positif, gue berdoa supaya kebijakan ini adalah langkah awal pembangunan fasilitas-fasilitas yang dapat meningkatkan pelayanan bagi semua pengguna commuter line. Juga sebagai langkah memperbaiki mental masyarakat Indonesia menjadi lebih baik lagi. Amin.


Salam.

Comments

Popular posts from this blog

Mall-Mall yg Dapat Dijangkau Dengan Commuter Line

“Murah dan nggak macet.”
Ini adalah prinsip gue dalam memilih sarana transportasi umum di Jakarta. Ke mana pun dan sejauh apapun jaraknya, selama bisa dijangkau dengan Commuter Line, gue akan selalu siap walau dalam kondisi apapun termasuk jika keadaan memaksa gue untuk pergi seorang diri. Ke kantor, ke kampus, ke terminal, ke pasar, atau pun ke rumah temen, gue akan selalu mencari stasiun terdekat dari tempat yang ingin gue tuju.

Kenalan sama ISI 2012 Yuk!

Tak kenal maka tak sayang.
Sebelum gue lanjutkan cerita trip gue ke MY – THAI Day 2, alangkah baiknya kalian baca ini dulu.
Di MY – THAI Trip Day I pasti kalian bertanya-tanya, siapa sih ISI 2012 itu? Siapa sih para penyabun itu? Siapa sih tim cewek-cewek? Siapa sih Sir Gufron? Siapa sih yang ngendarain kereta monorailnya?
Nah di sini gue bakal ngenalin apa dan siapa ISI 2012.

MY – THAI Trip Day 2, Welcome to Hat Yai!

Hai!
Udah penasaran banget sama cerita MY – THAI Trip hari keduanya? Udah penasaran banget gimana tingkah gue naik sleeper train? Udah penasaran banget gimana kesemutannya gue duduk di bangku kereta selama 12 jam? Udah penasaran banget sama orang-orang macam apa yang gue temuin di sleeper train? Udah penasaran banget sama larangan di sleeper train? Udah penasaran banget sama..... /plak Ini ditampar karena kelamaan.