9 Mar 2016

Nothing To Lose Jadi Berkah


Pertengahan tahun lalu, saya mulai giat hunting kuis di media sosial. Berhubung saya bekerja di bidang digital marketing, nggak jarang saya ditugaskan mendevelop campaign digital. Jadi lewat sanalah saya bisa mengumpulkan insights untuk mendukung produksi ide-ide kreatif di kepala saya.

Awalnya memang nggak ada niatan untuk ikutan. Tapi lama kelamaan gatel juga. Semua kuis yang saya temukan dan memiliki mekanisme yang cukup sederhana, saya ikuti. Munafik memang kalau nggak tergiur lihat kuis berhadiah di depan mata. Apalagi dengan mekanisme yang sederhana dan hadiah yang lumayan. Setuju?

Kuis pertama yang ‘nggak sengaja’ jadi rejeki saya adalah kuis dari akun twitter sebuah channel televisi. Iya, saya serius kalau nggak sengaja. Pasalnya saya nggak tau ternyata tweet yang lewat di timeline dan saya reply adalah kuis. Dengan perasaan tanpa harapan sedikit pun, saya reply tweet itu seperti biasa saya tweet. Namun tetap ikut aturan main menggunakan hashtag. Beberapa hari kemudian, saya menerima notifikasi twitter dan instagram yang ternyata adalah pengumuman pemenang. Dan di sana tercantum username dan foto saya. WAH… saya surprised nggak karuan. Alhamdulillahnya lagi, hadiahnya lumayan. Cukup untuk persediaan saldo KMT selama 10 bulan. Siapa yang mau nolak?

Sejak saat itulah saya jadi makin giat hunting kuis di media sosial. Kalau lagi nggak sibuk di kantor, saya suka pantengin beberapa akun yang memang dijadikan sarana untuk buzzing kuis. Tapi saya tetap selektif. Kuis dengan mekanisme yang mudah dengan tema kuis yang ‘saya banget’ jadi prioritas utama. Kuis dengan mekanisme ribet akan saya lewati. Se-WAH apapun hadiahnya. Karena saya sadar, hunting kuis hanya untuk selingan, bukan pekerjaan utama. :P

Akhir tahun lalu, saya kembali dapat rejeki lewat kuis di media sosial. Hadiahnya nggak tanggung-tanggung, tiket pesawat PP dengan tujuan domestik bebas! Saya sendiri pun nggak ngerti. Padahal waktu ikut bener-bener nggak taruh harapan sedikit pun untuk menang. Nothing to lose, menang syukur nggak menang ya nggak masalah. Lagipula, saat itu peserta yang berpartisipasi punya foto yang nggak bisa diremehkan.


Di tahun 2016, rupanya rejeki dari kuis nggak berhenti untuk saya. Awal Februari lalu kuis dari salah satu e-money yang didevelop oleh provider handphone mengantarkan saya kepada rejeki selanjutnya. Namun bedanya, kali ini saya dibantu sahabat saya yang bersedia jadi model untuk foto yang saya upload. Untuk hadiahnya, lumayan buat traktir 5 orang di restoran fast food, lho!

Eiiitsss. Jangan dulu berpikir kalau saya selalu menang kuis. Nyatanya, kuis yang berpihak kepada saya di atas hanya nol koma sekian persen dari jumlah kuis yang pernah saya ikuti di media sosial. Mungkin sampai saat ini, sudah puluhan kuis yang saya ikuti. Dan nggak jarang saya dirundung rasa kecewa karena nggak berhasil menang kuis. Padahal hadiah yang ditawarkan benar-benar saya inginkan.

Ada pelajaran yang saya dapat petik lewat rejeki-rejeki yang dihantarkan oleh kuis-kuis ini. Ketika saya tidak terlalu berharap, rejeki itu malah berpihak kepada saya. Ketika saya berharap lebih, rejeki itu tak kunjung datang.

Cukup adil bukan?

No comments :

Post a Comment