Skip to main content

How to Survive in Japan - Bagian Pertama


Jepang adalah salah satu negara tujuan wisata di dunia. Budaya, teknologi, kuliner, tata krama serta sistem transportasi yang baik membuat negera ini memiliki daya tarik tinggi. Namun begitu, kebanyakan orang Indonesia masih berpikiran bahwa melancong ke Jepang adalah suatu hal yang mewah. Di samping biaya hidup yang mahal dan perbedaan bahasa, mendapatkan izin untuk masuk negara ini pun relatif sulit. Padahal jika kamu tahu celah dan banyak membaca, melancong ke Jepang nggak selalu harus mewah dan menghabiskan uang banyak. Semua tergantung dari gaya hidup yang kamu jalani. Dan yang paling utama, mendapatkan izin masuk ke Jepang saat ini sudah tidak sesulit beberapa tahun lalu.


Buat low-budget traveller seperti saya, persiapan mengunjungi negara yang sudah jadi mimpi saya sejak kecil ini sangat penting. Mulai dari tetek bengek hingga hal besar seperti visa. Kalau kamu berencana melancong ke Jepang dan masih bingung harus mempersiapkan apa saja, saya harap tips di bawah ini bisa membantu. Sila dibaca. J


1. Buat Epaspor
Salah satu hal yang membuat banyak orang segan melancong ke Jepang adalah karena urusan visa. Jika kamu masih menggunakan paspor biasa, kamu diharuskan mengajukan visa ke kedutaan besar Jepang dan membayar uang pengajuan visa. Prosesnya pun memakan waktu satu hingga dua minggu dengan syarat yang juga cukup ribet. Kamu diharuskan melampirkan beberapa dokumen di antaranya foto kopi rekening koran (notabanenya harus memiliki jumlah tabungan yang cukup besar), rencana perjalanan (itinerary), bukti pemesanan akomodasi dan tiket, serta pas foto. Tapi jika kamu memiliki epaspor, kamu tak mesti membayar biaya pengajuan visa kunjungan karena sejak tahun 2014 Jepang telah membebaskan visa bagi para pemegang epaspor.

Bagaimana cara mendapatkan visa waiver?

Pada dasarnya caranya sama. Kamu harus mendaftarkan paspormu  ke kedubes Jepang.  Yang membedakan adalah dokumen yang disertakan dan biaya. Jika pada visa biasa kamu harus menyertakan banyak dokumen, pengajuan visa waiver ini cukup sederhana sebab kamu hanya perlu membawa epaspor kamu dan mengisi formulir pendaftaran visa waiver. Proses pengajuan visa waiver ini cukup cepat. Dalam satu sampai dua hari kerja visa waiver sudah bisa kamu dapatkan dan kamu sudah diperbolehkan masuk ke negara Jepang.


Untuk informasi lengkap mengenai visa waiver, kamu bisa mengunjungi website kedubes Jepang di sini.

2. Memilih Akomodasi dengan Pintar
Beberapa situs pemesanan akomodasi memang tidak mewajibkan pemesan membayar down payment, tapi sebagai gantinya mereka meminta jaminan kartu kredit. Tapi tahukah kamu bahwa sebenarnya hal ini cukup membahayakan dompet kamu di kemudian hari? Memberikan informasi nomor kartu kredit dan waktu valid kartu kredit kamu kepada situs pemesanan akomodasi ternyata tidak dianjurkan. Pasalnya beberapa situs berkamuflase dengan menerapkan strategi ini. Ketika kamu terpaksa membatalkan pesananmu, mereka bisa saja mengenakan kamu tarif pembatalan yang akan ditambahkan pada daftar tagihan kartu kredit kamu. Memang tidak semua, namun ada baiknya kamu menghindari untuk tidak memberikan informasi kartu kredit kamu.

Lalu, bagaimana supaya aman?

Cara yang aman adalah menggunakan credit card fake number. Kamu bisa mendapatkan credit card fake number di sini. Tidak usah khawatir ketauan sebab situs pemesanan akomodasi masih belum mampu mengetahui apakah nomor kartu kredit yang diberikan valid atau tidak. Dengan menerapkan strategi ini, jika suatu hal terjadi yang membuat kamu harus membatalkan pesanan akomodasi, kamu tak perlu khawatir lagi tagihan di kartu kreditmu bertambah.

3. Rancang Itinerary Sedetail Mungkin
Salah satu kesalahan dalam perancangan rencana perjalanan yaitu tidak detail. Apalagi jika ingin melancong ke Jepang yang memiliki budaya, teknologi serta bahasa yang berbeda. Membuat rencana perjalanan seadanya malah akan menyulitkan kamu nantinya.

Jika di dalam rencana perjalanan kamu mengunjungi beberapa destinasi wisata, pastikan kamu menyertakan informasi mengenai cara sampai ke sana, rute yang akan diambil, biaya masuk, biaya transportasi yang harus kamu keluarkan serta prakiraan biaya konsumsi jika kamu ingin makan di suatu tempat.

4. Buat Transportasi Pass Card
Setelah membuat rencana perjalanan yang lengkap, saatnya kamu mempertimbangkan untuk membuat transportasi pass card atau tidak. Jika kamu memiliki mobilitas tinggi dan tak memiliki cukup waktu untuk ambil bis malam, ada baiknya kamu membuat transportasi pass card. Di Jepang banyak transportasi pass card yang bisa kamu pilih seperti JR Pass. Untuk JP Pass sendiri kamu hanya bisa membeli di luar Jepang sebab kartu sakti ini memang dikhususkan untuk turis mancanegara. Saat ini sudah banyak agensi travel yang melayani pembelian JR Pass. Jadi kamu nggak perlu repot-repot cari kartu sakti ini.



5. Koneksi Internet
Bagi yang memiliki kendala bahasa, internet jadi hal yang penting untuk menunjukkan arah. Tapi kalau sudah di luar negeri, penggunaan internet menjadi momok yang menakutkan sebab harganya yang selangit. Untuk tetap mengakses internet, kamu bisa menyewa wifi yang tersedia di beberapa agensi travel di Indonesia atau counter wifi rental di bandara di Jepang.

Namun, jika kamu merasa sayang menyewa wifi, kamu bisa gunakan wifi gratis di beberapa spot. Dan tidak usah khawatir akan petunjuk arah, kamu bisa menggunakan aplikasi offline map yang bisa diandalkan untuk menunjukkan arah. Hanya bermodalkan GPS beberapa aplikasi offline map ini bisa membantu  kamu, di antaranya maps.me. Tapi sebelum sampai Jepang, pastikan kamu sudah mengunduh peta daerah yang akan kamu kunjungi, ya.

6. Belajar Kosakata Umum Bahasa Jepang
Orang Jepang sangat mencintai bahasa mereka, tapi bukan berarti tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris. Kebanyakan dari mereka belum memiliki rasa percaya diri yang cukup untuk bercakap-cakap menggunakan bahasa Inggris dengan turis. Oleh karena itu, ada baiknya jika kamu juga belajar memahami bahasa mereka. Meraka akan sangat senang dan tak segan memberikan pujian kepada turis yang bisa mengerti bahasa mereka walau sedikit.

Untuk permulaan, belajarlah percakapan ketika memperkenalkan diri, mengucapkan terima kasih dan maaf, serta menanyakan arah dan harga. Kosakata sedikit ini pasti akan membantu kamu ketika kamu berada di sana.

7.  Cek Prakiraan Cuaca
Sebelum berangkat, mengecek prakiraan cuaca jadi hal yang wajib dilakukan. Dengan mengetahui prakiraan cuaca, kamu jadi bisa menentukan outfit apa yang akan kamu kenakan dan meminimalisir saltum alias salah kostum. Nggak mau kan pakai celana pendek dan kaos tipis di suhu 7 derajat? Kalau pun kamu bersedia, siap-siap masuk angin dan punggung dipenuhi tato tulang ikan ya ketika sampai di Indonesia lagi. :P

8. Bawa Perbekalan Makanan dan Obat-obatan
Bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa biaya hidup di Jepang relatif mahal. Tak terkecuali harga makanannya. Bagi kamu pengikut aliran low-budget travelling seperti saya, tips ini wajib kamu ikuti. Beberapa makanan yang bisa kamu selipkan di koper/ransel kamu yaitu mie instan, biskuit untuk ngemil atau sarapan, minuman untuk sarapan deperti sereal, teh atau kopi. Eits, tapi ingat, membawa perbekalan bukan berarti tidak boleh makan makanan enak. Kamu tentu bisa makan makanan enak, tips ini dikhususkan untuk menekan biaya makan kamu di sana.



Sedangkan untuk obat-obatan, bawalah obat-obat kecil yang bisa mengatasi atau meminimalisir keluhan yang biasa dialami saat melancong. Karena penerbangan Indonesia-Jepang memakan waktu cukup lama, ada baiknya kamu siap sedia antimo. Tak perlu takut lagi mabuk udara, efek kantuk setelah mengonsumsi antimo bisa membuat kamu beristirahat di dalam pesawat saat perjalanan. Jadi ketika sampai, kamu sudah dalam kondisi segar karena sudah memenuhi waktu istirahat yang cukup.

Jika kamu pergi ke Jepang, mau tidak mau kamu harus membiasakan diri berjalan kaki. Namun jangan khawatir, selain kondisi trotoar yang ramah dan memadai serta tidak adanya polusi, pejalan kaki dan pesepeda punya kedudukan lebih tinggi dibanding pengemudi kendaraan. Jadi kamu nggak akan deh diklaksonin (kecuali kamu nekad berdiri di tengah jalan saat lampu penyebrangan orang masih berwarna merah). Nah, buat yang nggak biasa jalan kaki jauh pasti bakal dilanda rasa pegal yang hakiki. Maka dari itu, kamu wajib bawa koyo atau obat oles untuk mengatasi rasa pegalnya. Sebenarnya koyo/plester pereda pegal tersedia di kombini (minimarket seperti sevel, family mart, Lawson), namun harganya tidak semurah koyo di Indonesia. Jadi, akan lebih aman (untuk dompet) jika bawa dari rumah kan? J

9. Cari Tahu Lewat Tutorial
Jepang dengan segala teknologi dan sistem transportasinya yang baik sukses menarik banyak turis mancanegara. Mulai dari toilet, shower room hingga tata cara penggunaan mesin tiket di stasiun memiliki teknologinya sendiri. Supaya tidak kesulitan, ada baiknya sebelum mengunjungi negara ini kamu menyempatkan diri membaca atau menonton tutorial menggunakan teknologi di negara ini. Seperti halnya toilet Jepang yang memiliki banyak tombol dan shower room di tempat penginapan, walaupun mesin tiket kereta sudah menyediakan bahasa Inggris, kamu akan kesulitan menggunakannya jika kamu belum mengetahui bagaimana tata cara menggunakan mesin itu sebelumnya.



Nah, jadi gimana? Masih takut melancong ke Jepang? Semoga artikel ini bisa menumbuhkan keberanian kamu melancong ke Jepang, ya. Buat kamu yang sudah bertekad ingin pergi, saya akan berbagi beberapa tips How to Survive in Japan di artikel selanjutnya. Jadi, stay tuned!


Cheers,

ユニタ

Comments

  1. sangat informatif kak :D & mantav jivva
    #alfi

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Mall-Mall yg Dapat Dijangkau Dengan Commuter Line

“Murah dan nggak macet.”
Ini adalah prinsip gue dalam memilih sarana transportasi umum di Jakarta. Ke mana pun dan sejauh apapun jaraknya, selama bisa dijangkau dengan Commuter Line, gue akan selalu siap walau dalam kondisi apapun termasuk jika keadaan memaksa gue untuk pergi seorang diri. Ke kantor, ke kampus, ke terminal, ke pasar, atau pun ke rumah temen, gue akan selalu mencari stasiun terdekat dari tempat yang ingin gue tuju.

Kenalan sama ISI 2012 Yuk!

Tak kenal maka tak sayang.
Sebelum gue lanjutkan cerita trip gue ke MY – THAI Day 2, alangkah baiknya kalian baca ini dulu.
Di MY – THAI Trip Day I pasti kalian bertanya-tanya, siapa sih ISI 2012 itu? Siapa sih para penyabun itu? Siapa sih tim cewek-cewek? Siapa sih Sir Gufron? Siapa sih yang ngendarain kereta monorailnya?
Nah di sini gue bakal ngenalin apa dan siapa ISI 2012.

MY – THAI Trip Day 2, Welcome to Hat Yai!

Hai!
Udah penasaran banget sama cerita MY – THAI Trip hari keduanya? Udah penasaran banget gimana tingkah gue naik sleeper train? Udah penasaran banget gimana kesemutannya gue duduk di bangku kereta selama 12 jam? Udah penasaran banget sama orang-orang macam apa yang gue temuin di sleeper train? Udah penasaran banget sama larangan di sleeper train? Udah penasaran banget sama..... /plak Ini ditampar karena kelamaan.